Penyuluhan Healthy Mind Healthy Life & Pengembangan Potensi Santri

PMDH Online

Dalam keseharian, setiap individu tidak pernah dilepaskan dari masalah. Mulai dari masalah yang berkaitan dengan keluarga (anak, orang tua), pekerjaan, maupun hubungan interpersonal. Misalnya saja banyaknya tagihan yang harus dibayar di akhir bulan, pekerjaan kantor yang selalu dihadapkan pada deadline, anak yang selalu rewel, dan sebagainya. Masalah-masalah yang muncul tersebut dikenal dengan istilah stres. Namun, tidak semua stres berkonotasi dengan hal yang negatif. Kelahiran anak, promosi jabatan, kelulusan, merupakan contoh stres yang positif (eustress).

Asatidz sedang mengikuti Penyuluhan Pengembangan Potensi Santri PMDH (21/08/23)

Pada senin (21/8/23) Pondok Modern Daarul Hikmah bekerjasama dengan mahasiswa yang sedang melakukan PPL mengadakan seminar Penyuluhan Stress dengan tema “Healthy Mind, Healthy Life”, yang disampaikan oleh Husna Lathifunnisa, dosen Universitas Sultan Hasaudin. Dalam seminar tersebut, yang menjadi fokus pembahasan adalah stres bukan dalam konteks yang hanya negatif saja,  “Praktik manajemen stres yang teratur tidak hanya mencegah efek negatif dari stres, tetapi juga dapat membawa hasil positif seperti peningkatan produktivitas, kesehatan yang lebih baik, dan lebih banyak kebahagiaan secara umum.” Papar Husna saat menyampaikan Penyuluhannya.

Foto bersama Pemateri dan Peserta Penyuluhan PPL Integratif (21/8/23)

Tidak kalah menarik dari pembicara pertama, tema yang diusung pemateri kedua adalah “Pengembangan Potensi Santri dengan Pengasuhan yang Tepat dan Cermat” dengan pembicara Ahmad Fadhil, Lc. M.Hum.

Menurutnya, Tidak ada pengasuh kalau tidak ada yang diasuh. Tidak ada ustadz dan kiai kalau tidak ada santri. “Saya pernah melihat video di status WhatsApp teman. Pesan yang disampaikannya bagus: Murid yang pintar itu kalau disuruh oleh gurunya untuk makan ikan, tapi gurunya justru memberikannya cacing, ia tidak marah dan tidak bilang, “Apa ga bahaya ta; guru gue nih rada-rada; agak lain.” Murid itu juga tidak lantas menjadi orang bodoh yang menelan langsung cacing itu. Ia akan mencari kail, senar, dan ranting, lalu pergi memancing.” Paparnya diselingi gelak tawa ustadz ustzah yang antusias mengikuti penyuluhan. [uj]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *