Jika cinta pada Allah, tentu kita cinta pada manusia yang paling dicintaiNya, yakni Rasulullah.
Jika kita cinta pada Rasulullah, tentu kita mencintai hal yang paling beliau cintai, yakni UMATNYA.
Bahkan ketika sakratul maut pun, yang beliau ingat adalah umatnya, bukan keluarganya.
Bahkan di padang mahsyar kelak, ketika semua orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing, Rasulullah adalah satu-satunya manusia yang sibuk mondar-mandir ke sana ke mari untuk menyelamatkan umatnya.
Rasulullah SANGAT RISAU terhadap nasib umatnya. Oleh karena itulah, beliau setiap hari berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar. Karena beliau akan bahagia bila melihat kita masuk surga. Dan beliau akan sangat bersedih bila kita masuk neraka.
Jika kita cinta pada Rasulullah, tentu kita mencintai hal yang paling beliau cintai, yakni BERDAKWAH.
Dulu, sebelum era Rasulullah, dakwah adalah tugas eksklusif para nabi dan rasul saja. Namun sepeninggal Rasulullah, tak ada lagi nabi yang diutus oleh Allah. Sehingga tugas dakwah diteruskan oleh KITA, para pengikut Rasulullah.
Dakwah itu bukan tugas ulama saja, bukan tugas para ustadz saja, bukan tugas para kiyai saja. Dakwah adalah tugas seluruh umat muslim tanpa kecuali.
“Bagaimana mungkin saya berdakwah? Ilmu agama saya masih sangat kurang. Saya bukan lulusan pesantren. Bahkan saya orangnya masih penuh dosa, masih banyak maksiat, ibadah pun sangat kurang.”
Wahai Sahabat! Dakwah itu artinya MENGAJAK, bukan mengajar.
Kalau mengajar, tentu kamu harus punya ilmunya. Untuk mengajar matematika misalnya, kamu harus menguasai ilmu matematika, bahkan mungkin harus lulusan fakultas MIPA jurusan Matematika.
Berdakwah itu bukan mengajar, melainkan MENGAJAK. Untuk MENGAJAK, yang kita butuhkan hanya KEBERANIAN untuk mengajak orang lain.
Ketika kamu mengajak adikmu untuk shalat, maka saat itu kamu sudah berdakwah. Gampang banget, kan?
“Tapi saya orangnya masih penuh maksiat, shalat aja masih bolong-bolong. Malu kalau ngajak-ngajak orang.”
Justru itu. Objek utama dakwah adalah DIRI KITA SENDIRI. Ketika kita mengajak orang lain untuk shalat, sebenarnya kita sedang mengajak dan mengingatkan diri sendiri untuk rajin shalat.
Berdakwah adalah salah satu cara terbaik untuk memperbaiki diri sendiri.
Kita ini tentu bukan nabi. Namun dengan berdakwah, kita menjalankan tugas kenabian. Artinya: Dakwah adalah ibadah yang paling tinggi nilainya. Masya Allah.
Jadi sangat wajar jika orang yang rajin berdakwah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya, sebagaimana tertulis pada ayat berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S Muhammad:7)
Para ulama sepakat bahwa arti dari “menolong (agama) Allah” adalah BERDAKWAH.
Artinya: Jika kita berdakwah, maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.
Itu adalah janji Allah. Dan Allah PASTI tidak pernah ingkar janji.
Kita ingin ditolong oleh Allah? Maka salah satu caranya adalah RAJIN BERDAKWAH.

