Pelatihan Penulisan Buku “Menciptakan Peradaban Unggul Melalui Gerakan Literasi”

PMDH Online—
Pondok Modern Daarul Hikmah mengadakan Pelatihan Penulisan dengan tema “Menciptakan Peradaban Unggul Melalui Gerakan Literasi”.  Acara ini berlangsung selama dua hari,  senin dan selasa (23-24 Oktober 2023) dilaksanakan di Gedung Auditorium mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Acara ini dilaksanakan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) dan juga sebagai program tahunan WARDAH dalam rangka menjaring penulis potensial pembaca Wardah.

Hari pertama setelah sambutan dari Pimpinan Pondok sebagai pembuka acara, langsung diisi dengan materi pelatihan penulisan dari Kepala Redaksi Republika, Syahruddin El-Fikri. Pada presentasinya beliau memberikan tips tentang menulis buku. Menurut beliau, ada 6 (enam) poin penting dalam menulis buku fiksi yaitu: 1) Ide merupakan bagian yang penting dalam eksplorasi awal sebuah cerita; 2) Penggerak cerita/tokoh; 3) Konflik dan tantangan; 4) Alur/plot; 5) Latar tempat dan waktu cerita; 6) Cara bercerita/sudut pandang.

Tak kalah serunya dari hari pertama, Pelatihan Penulisan Fiksi di hari kedua (selasa, 24/10/2023) semakin meriah ketika Ahmad Fuadi yang merupakan penulisa nasional pengarang novel trilogi Negeri 5 Menara hadir dengan semangat membara memompa para peserta agar menjadi seorang penulis. Antusiasme peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan, baik tingkat SMP maupun SMA, bahkan ada beberapa peserta dari kalangan masyarakat umum sangat tinggi. Para peserta tampak menyimak betul tentang apa yang disampaikan oleh Ahmad Fuadi, yang memang sudah sangat berpengalaman di bidang penulisan buku fiksi.

Dalam presentasinya, Ahmad Fuadi mengatakan bahwa semua orang bisa menulis seperti halnya bisa bicara dan berjalan. Menulis buku bernuansa fiksi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya saja dengan membuka kembali buku diary, melihat–lihat album foto, dan meminta bantuan dari keluarga untuk megulas kembali cerita masa lalu kita.

Acara semakin meriah ketika memasuki sesi tanya jawab. Peserta tidak menyia–nyiakan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pakarnya. Ditambah pula, Ahmad Fuadi membuka kesempatan kepada para peserta untuk membuat mention ke twitter @fuadi1 dengan hashtag #ubpress. Peserta dengan mention paling menarik akan mendapatkan novel Ranah 3 Warna plus tanda tangan langsung dari penulis. Di akhir acara ditutup dengan pemberian souvenir sebagai kenang-kenangan dari pimpinan Pondok kepada para narasumber. [uj]

 

UNTUK SIAPA AMALMU?

Jika kalian berbuat ihsan, maka itu untuk kalian. Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.” (Al Israa: 7).

Amal sholeh tidak menguntungkan Alloh. Maksiat hamba pun tidak merugikan Alloh. Disana ada manusia yang sengaja memaksiati Alloh. Ia tak mau shalat. Tidak berpuasa ramadhan. Tidak menunaikan zakat dan infak. Ia menyangka telah merugikan Robbnya. Padahal, kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri.

Sebaliknya..
Disana ada orang yang bangga dengan ketaatannya. Ia merasa mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Alloh. Ia memandang telah berjasa kepada Alloh. Dengan membela agamaNya. Dengan ketaatan dan amalan shalih. Ia pun menjadi angkuh karenanya. Padahal, kalau bukan karena Alloh yang memberinya kekuatan. Tentu ia akan tersesat jalan.

Sahabat,
ketaatan yang menimbulkan keangkuhan, lebih buruk dari pada maksiat yang menimbulkan taubat dan ketundukan..

Alloh Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
(Q.S. Ad Dzaariyaat : 56)

Saudaraku..
Ibadah adalah konsekuensi sebagai manusia yang memiliki Tuhan / Robb (Alloh). Bukan untuk menjadikan kita berbangga diri akan amal sholeh yang dilakukan, apalagi melakukan maksiat yang akan membuat kita semakin jauh kepada Alloh.

Semoga Bermanfa’at

Ingat jangan lupa gedor dgn dzikir,…[ssht-uj]