Pelatihan Penulisan Buku “Menciptakan Peradaban Unggul Melalui Gerakan Literasi”

PMDH Online—
Pondok Modern Daarul Hikmah mengadakan Pelatihan Penulisan dengan tema “Menciptakan Peradaban Unggul Melalui Gerakan Literasi”.  Acara ini berlangsung selama dua hari,  senin dan selasa (23-24 Oktober 2023) dilaksanakan di Gedung Auditorium mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Acara ini dilaksanakan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) dan juga sebagai program tahunan WARDAH dalam rangka menjaring penulis potensial pembaca Wardah.

Hari pertama setelah sambutan dari Pimpinan Pondok sebagai pembuka acara, langsung diisi dengan materi pelatihan penulisan dari Kepala Redaksi Republika, Syahruddin El-Fikri. Pada presentasinya beliau memberikan tips tentang menulis buku. Menurut beliau, ada 6 (enam) poin penting dalam menulis buku fiksi yaitu: 1) Ide merupakan bagian yang penting dalam eksplorasi awal sebuah cerita; 2) Penggerak cerita/tokoh; 3) Konflik dan tantangan; 4) Alur/plot; 5) Latar tempat dan waktu cerita; 6) Cara bercerita/sudut pandang.

Tak kalah serunya dari hari pertama, Pelatihan Penulisan Fiksi di hari kedua (selasa, 24/10/2023) semakin meriah ketika Ahmad Fuadi yang merupakan penulisa nasional pengarang novel trilogi Negeri 5 Menara hadir dengan semangat membara memompa para peserta agar menjadi seorang penulis. Antusiasme peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan, baik tingkat SMP maupun SMA, bahkan ada beberapa peserta dari kalangan masyarakat umum sangat tinggi. Para peserta tampak menyimak betul tentang apa yang disampaikan oleh Ahmad Fuadi, yang memang sudah sangat berpengalaman di bidang penulisan buku fiksi.

Dalam presentasinya, Ahmad Fuadi mengatakan bahwa semua orang bisa menulis seperti halnya bisa bicara dan berjalan. Menulis buku bernuansa fiksi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya saja dengan membuka kembali buku diary, melihat–lihat album foto, dan meminta bantuan dari keluarga untuk megulas kembali cerita masa lalu kita.

Acara semakin meriah ketika memasuki sesi tanya jawab. Peserta tidak menyia–nyiakan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pakarnya. Ditambah pula, Ahmad Fuadi membuka kesempatan kepada para peserta untuk membuat mention ke twitter @fuadi1 dengan hashtag #ubpress. Peserta dengan mention paling menarik akan mendapatkan novel Ranah 3 Warna plus tanda tangan langsung dari penulis. Di akhir acara ditutup dengan pemberian souvenir sebagai kenang-kenangan dari pimpinan Pondok kepada para narasumber. [uj]

 

Kontingen PMDH Memenangkan Juara I Lomba Tari Kreasi Kab. Tangerang

Pekayon (PMDH Online)
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melimpah, salah satunya adalah seni tari. Setiap daerah di Indonesia memiliki tarian khasnya masing-masing yang mencerminkan keanekaragaman budaya, ciri khas, makna dan cerita yang berbeda-beda. Kekayaan seni tari di seluruh pelosok nusantara ini menjadi bukti betapa beragamnya budaya Indonesia dan patut untuk kita jaga serta lestarikan bersama.

Pondok Modern Daarul Hikmah walaupun sebagai lembaga pendidikan berciri keagamaan tidak bisa lepas dari identitas budaya Indonesia. Untuk menunjukkan rasa kelestarian budaya sekaligus memperkenalkan Pondok yang tidak hanya berkutat pengajaran kitab, Pada Ahad (22/10/2023) mengirimkan kontingen Lomba Tari Kreasi dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Tangerang ke-391 di Funpark Permata Tangerang.

Tingen
Kontingen PMDH Pada lomba TariKreasi 2023 Kab. Tangerang

Dalam kegiatan tersebut tim PMDH mengirimkan 1 (satu) kelompok Lomba tari kreasi yang seluruhnya dari kelas 6 (enam) KMI. Santri yang beruntung terpilih untuk mengikuti perlombaan bergengsi ini adalah Nanda Ziyadatur Rizkiya, Vuan Syahda Qirani, NAzwa Salsabila Mahendra, Rizka Raudhah dan Nadira Oktavianti.

Ketua kontingen Riska Amalia megatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan budaya Indonesia yang kaya, mendorong masyarakat untuk terus melestarikan tarian nusantara, sekaligus mempromosikan kreativitas masyarakat dalam menciptakan gerak tari kreasi yang unik, orisinil dan tetap memperhatikan unsur kelestarian budaya.

Lebih lanjut Riska mengatakan kegembiraannya bisa terlibat dalam kegiatan ini bahkan bisa memenangkan prestasi yang membanggakan. “Ini adalah bonus terbaik buat kita, sebab di tengah-tengah kegiatan di pondok memperingati Hari Santri Nasional (HSN 2023), kami mengirimkan satu kelompok dan menadapatkan juara pertama” ucapnya bangga. [uj]

Islamic Book Fair PMDH2023

PMDH-Pekayon — Untuk pertama kalinya Pondok Modern Daarul Hikmah menyelenggarakan pameran buku Islam atau Islamic Book Fair (IBF). IBF perdana ini diselenggarakan tanggal 22-24 Oktober 2023, di Lapangan Al-Hilal Pondok Modern Daarul Hikmah pekayon.

Ketua IBF PMDH 2023 Iin, menyebutkan, tahun ini IBF akan dimeriahkan dengan kehadiran 53 perusahaan penerbit buku. Semua peserta akan menempati stan pameran yang disediakan panitia. Ia bersyukur melihat antisiasme masyarakat dan insan perbukuan menyambut penyelenggaraan IBF walau untuk yang pertama kalinya ini.

Pengunjung Islamic Book Fair 2023 PMDH

IBF PMDH 2023 rencananya akan dibuka oleh pimpinan pondok Modern Daarul Hikmah. Konsep acara dibuat lebih mengedepankan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan dan semoga bisa tetap menyelenggarakan IBF pada tahun-tahun mendatang.

“Di acara itu pula kita akan tampilkan bedah buku dan seminar penulisan fiksi oleh penulis novel 5 Menara, Ahmad Fuadi. Diharapkan melalui seminar ini masyarakat bisa lebih menghayati peran dalam membangun masyarakat berakhlak dan berprestasi dalam tulisan,” jelas Iin. [uj]

Inilah Cara Terbaik Mencintai Rasulullah

Jika cinta pada Allah, tentu kita cinta pada manusia yang paling dicintaiNya, yakni Rasulullah.

Jika kita cinta pada Rasulullah, tentu kita mencintai hal yang paling beliau cintai, yakni UMATNYA.

Bahkan ketika sakratul maut pun, yang beliau ingat adalah umatnya, bukan keluarganya.

Bahkan di padang mahsyar kelak, ketika semua orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing, Rasulullah adalah satu-satunya manusia yang sibuk mondar-mandir ke sana ke mari untuk menyelamatkan umatnya.

Rasulullah SANGAT RISAU terhadap nasib umatnya. Oleh karena itulah, beliau setiap hari berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar. Karena beliau akan bahagia bila melihat kita masuk surga. Dan beliau akan sangat bersedih bila kita masuk neraka.

Jika kita cinta pada Rasulullah, tentu kita mencintai hal yang paling beliau cintai, yakni BERDAKWAH.

Dulu, sebelum era Rasulullah, dakwah adalah tugas eksklusif para nabi dan rasul saja. Namun sepeninggal Rasulullah, tak ada lagi nabi yang diutus oleh Allah. Sehingga tugas dakwah diteruskan oleh KITA, para pengikut Rasulullah.

Dakwah itu bukan tugas ulama saja, bukan tugas para ustadz saja, bukan tugas para kiyai saja. Dakwah adalah tugas seluruh umat muslim tanpa kecuali.

“Bagaimana mungkin saya berdakwah? Ilmu agama saya masih sangat kurang. Saya bukan lulusan pesantren. Bahkan saya orangnya masih penuh dosa, masih banyak maksiat, ibadah pun sangat kurang.”

Wahai Sahabat! Dakwah itu artinya MENGAJAK, bukan mengajar.

Kalau mengajar, tentu kamu harus punya ilmunya. Untuk mengajar matematika misalnya, kamu harus menguasai ilmu matematika, bahkan mungkin harus lulusan fakultas MIPA jurusan Matematika.

Berdakwah itu bukan mengajar, melainkan MENGAJAK. Untuk MENGAJAK, yang kita butuhkan hanya KEBERANIAN untuk mengajak orang lain.

Ketika kamu mengajak adikmu untuk shalat, maka saat itu kamu sudah berdakwah. Gampang banget, kan?

“Tapi saya orangnya masih penuh maksiat, shalat aja masih bolong-bolong. Malu kalau ngajak-ngajak orang.”

Justru itu. Objek utama dakwah adalah DIRI KITA SENDIRI. Ketika kita mengajak orang lain untuk shalat, sebenarnya kita sedang mengajak dan mengingatkan diri sendiri untuk rajin shalat.

Berdakwah adalah salah satu cara terbaik untuk memperbaiki diri sendiri.

Kita ini tentu bukan nabi. Namun dengan berdakwah, kita menjalankan tugas kenabian. Artinya: Dakwah adalah ibadah yang paling tinggi nilainya. Masya Allah.

Jadi sangat wajar jika orang yang rajin berdakwah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya, sebagaimana tertulis pada ayat berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S Muhammad:7)

Para ulama sepakat bahwa arti dari “menolong (agama) Allah” adalah BERDAKWAH.

Artinya: Jika kita berdakwah, maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.

Itu adalah janji Allah. Dan Allah PASTI tidak pernah ingkar janji.

Kita ingin ditolong oleh Allah? Maka salah satu caranya adalah RAJIN BERDAKWAH.

 

Majlis Shalawat Kubro

PMDH Online (Pekayon) : Sholawat Kubro adalah sholawat  yang berasal dari salam penghormatan malaikat Jibril kepada baginda Muhammad SAW.

Sholawat ini sangat agung dan tentu saja memiliki banyak sekali keutamaan bagi umat Islam yang membaca dan mengamalkannya. Meskipun begitu bacaan sholat kubro belum banyak diketahui orang.

Selain pahala sholawat yang bisa didapatkan, beberapa fadhilah dan manfaat khusus juga akan didapatkan pula saat membaca sholawat ini.

Sholawat kubro telah dibaca dan diamalkan oleh para salafus sholeh dan para sufi sejak zaman dahulu hingga sekarang ini. Mereka adalah para wali-wali Allah SWT, yang rutin membaca sholawat kubro ini sebagai amalan dan tambahan pahala sehari harinya.

Pada kamis 14/9/2023 ribuan santri Pondok Modern Daarul Hikmah mamadati lapangan al-hilal dengan antusias menghadiri Masbro, Majlis Shalawat Kubro. Kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap malam jum’at terakhir tiap bulannya ini menyita perhatian warga sekitar pondok. Merekapun tidak mau ketinggalan menghadiri acara yang penuh dengan pahala ini. [uj]

 

GELAR AKADEMIK YANG DIRAIH SECARA BERMARTABAT

Pekayon-PMDH

Kita tidak akan mampu menciptakan prestasi atas landasan sakit hati. Prestasi hanya akan lahir dari jiwa yang bersih, jiwa yang rajin instrospeksi, jiwa yang banyak merenung dan akal yang rajin berpikir.

Oleh sebab itu, pertarungan kita sejatinya bukan dengan orang lain semata. Tapi sejatinya pertarungan sesungguhnya adalah dengan diri kita sendiri, dengan tekad kita sendiri, dengan konsistensi kita sendiri. Dan dengan ego kita sendiri.

Prestasi tidak akan lahir dari menyimpan dendam, memelihara benci, menaruh amarah kepada orang lain. Bahkan walaupun kepada orang yang kita anggap musuh sekalipun.

Prestasi hanya akan lahir dari kerja-kerja yang berasal dari orientasi yang lurus, dari jiwa yang bersih, dari pandangan yang jauh kedepan, dan dari cita cita berkarya untuk kemaslahatan manusia lain seluas luasnya.

Ego kita adalah musuh, emosi yang tak terkontrol adalah musuh, kekerdilan jiwa adalah musuh, dan keserakahan adalah musuh.

Maafkanlah semua orang, lapangkanlah jiwa kepada semua, terus besarkan kapasitas kita dan terus fokus melihat kedepan.

Jiwa yang besar, dada yang lapang, pikiran yang sehat, tulisan-tulisan yang menginspirasi, personal yang tenang, dan kepribadian yang matang, itu semua adalah modal besar para petarung yang tidak akan pernah terkalahkan.

Belajarlah untuk berkarya tanpa berisik…
Hingga yang membencimu lengah, dan tak lagi memperhatikan…

Dengan begitu, keberhasilan akan lebih mudah datangnya…
Tahan diri dari keinginan untuk menampakkan keberhasilan saat semuanya belum terlalu kuat, bersabarlah..!

Karena jika kesuksesanmu sudah nyata.., dan الله telah ridho, maka mau disembunyikan seperti apapun, dunia akan membantumu untuk tampil ke permukaan tanpa perlu bersusah payah…

Ratusan panggung akan bermunculan untukmu tanpa perlu kamu yang mengupayakan dan ribuan bahkan jutaan orang akan bertepuk tangan untukmu tanpa kau memintanya.

-yang dhaif

Khutbah Jum’at Singkat : Belajar Mengambil Hikmah Dari Densitas Batu & Air 

Oleh : Jamal Fauzi

إِنَّ الْـحَمْدَ ِلِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْـهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدً﴿٧٠﴾يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Selayaknyalah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yag Allah karuniakan kepada kita yang semua itu wajib untuk kita syukuri.

Maka dari itu kewajiban seorang Muslim adalah mensyukuri nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Di antaranya adalah nikmat Islam, nikmat iman, nikmat sehat, nikmat rizki, dan lainnya yang Allah berikan kepada kita. Sehingga kita bisa terus menanamkan nilai takwa kepada Allah SWT sebagai hambluminallah dan memiliki rasa empati semabagai hablum minannas.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT
Perhatikanlah batu, setiap ia disatukan, senantiasa berbentur dan saling menendang, saling menyingkirkan. Berbeda dengan air, ketika ia disatukan, ia segera menyatu menjadi senyawa yang saling mengisi.

Apa yg membedakan antara batu dan air!?

Batu mempunyai “kepadatan” atau densitas yang jauh lebih tinggi dari air. Itulah sebabnya bentuknya padat dan tdk “cair” seperti air…

Demikian juga manusia. Kebanyakan orang pintar “berisi” akan cenderung selalu ingin berdebat, berbantahan  bahkan berkelahi ketika berkumpul, terutama karena kepalanya dibuat “membatu” oleh kepintarannya…

Berbeda dengan orang bijaksana, ia akan “selentur” air ketika berkumpul. Ia akan menyatu, berpelukan seperti air sesuai wadah “kebijaksanaan”. Ia mampu meregangkan “kepadatannya” mengikuti situasi dan kondisi di mana pun dia berada…

Pada situasi yang panas dia akan “menguap” menjadi uap air, pada keadaan dingin dia pun bisa turun jadi embun penyejuk di pagi hari dan pada keadaan dingin yang ekstrim dia mampu “membatu” menjadi es dan bertahan dalam kondisi tersebut hingga suhu kembali normal dan dia kembali ke wujud azalinya yang semula, Itulah “bijaksana”

Aristoteles mengatakan, Knowing your self is the beginning of all wisdom.

Oleh karenanya marilah  instropeksi diri kita, seberapa “cair” kah diri kita?  Seberapa bijakkah kita? Semakin bijaksana seseorang semakin dia tahu bahwa dia tidak tahu apa²…

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

من وَطَّنَ قلبَه عند ربه سكن واستراح، ومن أرسله في الناس اضطرب واشتد به القلق

“Siapa yang memfokuskan hatinya kepada Robbnya maka ia akan tenang dan nyaman. Siapa yg menujukan hatinya pada manusia maka ia akan goncang dan gelisah.”

Orang yang baik tentu akan memberi kita kebahagiaan. Orang yang buruk memberi kita pengalaman. Orang yang jahat memberi kita pelajaran.

Setiap orang yang hadir dalam kisah episode kehidupan kita, bukanlah suatu kebetulan. Mereka dihadirkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk senantiasa memberi ujian, hikmah dan pelajaran dalam perjalanan hidup kita.

Teruslah tetap istiqomah untuk belajar memetik hikmah & beramal shaleh dengan senantiasa beramar ma’ruf nahi munkar,

لا ترج فعل الصالحات الى غد لعل غدا ياءتي وانت في اللهدي

“Janganlah engkau menunda-nunda untuk segera beramal shaleh sampai besok… Mungkin besok masih ada, tapi engkau mungkin yang sudah tidak ada.”

Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan,

 اعْلَمْ أَنَّ البَابَ الأَعْظمَ الَّذِي يَدخُلُ مِنهُ إبلِيسُ عَلى النَّاسِ هُو الجَهلُ.

“Ketahuilah bahwa pintu utama yang dimana Iblis masuk darinya kepada manusia adalah dari kebodohan.” (Talbis Iblis, hlm.121)

Ibnul Mu’taz rahimahullah mengatakan,

العَالِمُ يَعْرِفُ الجَاهِلَ، لِأَنَّهُ كَانَ جَاهِلاً، والجَاهِلُ لاَ يَعْرِفُ العَالِمَ،  لِأَنَّهُ لَمْ يَكُن عَالِمًا.

“Seorang ‘alim mengetahui (kadar) orang jahil (bodoh), karena dia dulunya adlh orang jahil. Orang jahil tdklah tahu (kadar) orang ‘alim, karena dia tdk pernah menjadi orang ‘alim.” (Adabud Dunya wad Dien, 1/37)

Marilah kita tinggalkan dan hentikan perilaku bodoh, sehingga tdk terpengaruh bisikan iblis. Belajarlah dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ‘ilmu dan rajinlah menghadiri  majelis-majlis ilmu. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan memberikan kemudahan jalan menuju surga-Nya…

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا،أَمَّا بَعْدُ:

أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى ثُمَّ اعْلَمُوْا عِبَادَ اللهِ، أَنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابَ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا

وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا) اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ اَلرَّاشِدِيْنَ، اَلْأَئِمَّةَ المَهْدِيِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَفَضْلِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِناً مُطْمَئِنّاً وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَلِيَّ عَلَيْنَا خِيَارَنَا، وَكْفِيْنَا شَرَّ شِرَارَنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَا لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ وَلِيَتَنَا فِيْمَا خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِمَا فِيْهِ خَيْرَ صَلَاحِ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِمَا فِيْهِ صَلاَحِهِ وَصَلَاحِ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ بِطَانَتَهُ وَجُلَسَائِهِ وَمُسْتَشَارِيْهِ وَأَبْعِدْ عَنْهُ بِطَانَةً السُّوْءِ وَالمُفْسِدِيْنَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، ( رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ).

عبادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)،(وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فاذكروا اللهَ يذكُرْكم، واشكُروه على نعمِه يزِدْكم، ولذِكْرُ اللهِ أكبر، واللهُ يعلمُ ما تصنعون.

Pengasuh di Pondok Modern Daarul Hikmah

Khutbah singkat edisi 8 September 2023 – Muslim Yang Bemanfaat

Oleh : Jamal Fauzi

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ فِي الْمَالِ حَقًّا لِلْفُقِيْرِ وَالمِسْكِيْنِ وَسَائِرِ اْلمُحْتَاجِيْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَاد

اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ

أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

 

Jamaah yang Dirahmati Allah SWT

Mendapatkan kesempatan untuk hadir sekaligus menjalankan ibadah shalat Jumat siang ini adalah sebuah nikmat yang demikian agung. Dari mulai nikmat hidayah hingga kesehatan sekaligus kita terima saat ini.

Oleh sebab itu, marilah aneka nikmat yang ada kita jadikan sebagai sarana untuk terus meningkatkan takwallah. Yakni dengan menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Pastilah, kalau itu yang dilakukan, akan semakin banyak nikmat yang Allah SWT turunkan kepada kita, amin ya rabal alamin.

Ada pepatah mengatakan; menjadi orang baik itu mudah, yang susah adalah menjadi orang yang bermanfaat untuk umat. Sebab untuk menjadi orang baik cukup dengan diam, maka yang tampak adalah kebaikan. Tafakur, tidak ngurusin urusan orang, tak peduli dengan apa yang mesti dilakukan karena merasa masih ada orang lain yang bisa mengerjakan.

Tetapi menjadi orang bermanfaat butuh perjuangan; berjuang disaat dia menginginkan sesuatu yang mau dia bisa, dan berjuang dengan keadaan karena terkadang ada yang tidak suka dengan sesuatu yang kita bisa.

Padahal, orang yang bermanfaat lebih mulia dihadapan Allah SWT disbanding dengan hanya diam saja. Sebagaimana yang disampaikan nabi dalam sabdanya :

خصلتان لا شئ افضل منهما الايمان بالله والنفع للمسلمين

“ Ada dua perkara yang tidak dapat diungguli keutamaannya, yaitu iman kepada Allah dan membri manfaat kepada orang mukmin”

Menurut syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab syarah Nashaihul ibad mengatakan bahwa

والنفع للمسلمين اي بالمقال او بالجاه او بالمال او بالبدن

Yang dimaksud dengan memberi Manfaat kepada yang mukmin tersebut, baik dengan ucapan, pangkat harta, ataupun badannya.

Hadirin yang di Rahmati Allah SWT.

Lidah memang tidak bertulang, tetapi sekali mengeluarkan kalimat yang menyakitkan akan berakibat fatal. Bahayanya lebih besar disbanding pisau yang tajam. Maka banyak orang baik memilih untuk diam, maka munculah istilah “diam adalah emas.”

Akan tetapi jika ucapannya ingin bermanfaat untuk umat; ucapannya penuh nasihat, memberi solusi kebaikan, khutbah, ceramah, atau bahkan hanya bicara biasa saja namun penuh hikmah.

Lalu, bagi orang yang memiliki pangkat atau jabatan, agar menjadi bermanfaat untuk umat, digunakan jabatannya untuk kemajuan bangsa dan agamanya, membela rakyat, serta mengangkat harkat dan martabat umat.

Selanjutnya perkara yang tidak dapat diungguli keutamaannya adalah orang yang memiliki harta. Hartanya digunakan dijalan Allah. Bermanfaat untuk kepentingan kaum muslimin, memberi tanpa pamrih. Baik memberikan sumbangan atau shadaqah kepada yang membutuhkan maupun kepada kegiatan-kegiatan keagamaan yang sifatnya untuk manyarakat luas.

Terakhir, yang memiiki tenaga. Tenaganya digunakan untuk kemaslahatan, membela yang lemah dan membantu dengan usahanya.

Hadirin, banyak para sahabat yang dijamin masuk surga karena memiliki salah satu keistimewaan tersebut. Ucapanya bermanfaat, Bilal bin Rabbah sebagai muazin dan Tsbit bin haris sebagai orang yang pandai berdiplomasi. Abu Bakar sidik yang terkenal bijaksana menggunakan jabatannya, lalu ada sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf selalu berlomba siapa terbanyak untuk mnyumbangkan hartanya untuk umat dan agamanya. Serta ada sahaba Umar bin Khattab yang terkenal perkasa, dia siap membela Islam dengan tenaganya serta selalu membantu yang lemah.

Demikian khutbah singkat pada siang hari ini, semoga kita selalu diistikomahkan bisa memberi manfaat kepada kaum muslimin baik dengan ucapannya, pangkat, harta maupun tenaganya.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

 

CARA MENGUSIR SYAHWAT

Oleh : Jamal Fauzi

لا يخرج الشهوة من القلب الا خوف مزعج او شوق مقلق

“Tiada yang bisa mengusir syahwat dari hati, kecuali rasa takut yang menggetarkan atau rasa rindu yang menggelisahkan”. –Syekh Ibnu Atha’illah, Al-Hikam

Sahabatku, menurut Syekh Abdullah Asy-Syarqawi, tak ada yang bisa mengusir syahwat dari hati, kecuali rasa takut yang mengganggu dan menguasai relung hati.

Sebagai buah dari penyaksian terhadap sifat-sifat Allah yang Maha Mulia. Caranya adalah dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya, merenungkan ayat ayat-Nya yang berisi ancaman dan mengingat maut, alam kubur, pertanyaan para malaikat dan selalu mengingat Hari Kiamat.

Bisa juga mengusir syahwat dari hati adalah dengan rasa rindu yang menggelisahkan, yang masuk ke dalam hati dan berpangkal dari penyaksian sifat-sifat keindahan-Nya. Saat kita mempunyai rasa rindu yang dahsyat kepada Allah, maka akan mengusir dorongan syahwat.

Sumber rasa rindu itu adalah kebiasaan melihat dan mengingat ayat-ayat Allah yang mengandung janji-Nya. Mengingat janji Allah bagi para ahli ketaatan dan para wali-Nya, yaitu berupa surga yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terdetik sedikit pun di hati manusia.

Cara berikutnya adalah dengan kebiasaan menghadiri majelis majelis Ilmu, apalagi majlis dzikir. Sebab dzikir merupakan terapi dan cara yang paling efektif untuk meraih semua itu. Oleh karena itu, mari memulai untuk membiasakan diri untuk dzikir, sedikit demi sedikit, agar dapat menenangkan hati dan menumbuhkan rasa takut dan rindu kepada Allah SWT.

–Pengajar di Pondok Modern Daarul Hikmah

–Disarikan dari kitab Al-Hikam Syekh Ibnu Atha’illah, syarah Syekh Abdullah Asy-Syarqawi.

Khutbah singkat edisi 01 September 2023, Masjid Tempat yang Tepat Mencari Solusi

Oleh : Jamal Fauzi

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدً .اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَرَسُوْلَ ولاَنَبِيَ بَعْدَهُ َاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ وَجَمَاعَتَهُ مِنْ يَوْمِ السَّبِيْقِيْنَ الْاَوَّلِيْنَ اِلَى يَوْمِ النَّهْضَةِ وَالدَّيْنِ اَمَّابَعْدَهُ
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحَثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى. قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ ۞ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Ma’asirol Muslimin, Rahimakumullah…

Mengawali khutbah Jumat di siang hari yang penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, takwa dalam arti yang sesungguhnya ialah melaksanakan segala perintah Allah ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan yang kita jaga sepanjang usia kita, dapat meringankan beban kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala di hari kiamat kelak, sungguh Allah Maha menutup aib hamba-hamba-Nya.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala

Dimana tempat yang layak mencairkan masalah menjadi solusi, dimana tempat agar dosa kita termpuni, dimana tempat yang layak agar hidup kita penuh kemudahan dan kemulyaan? Jawabannya adalah Masjid, sebab Petama masjid menjadi solusi  dari berbagai persoalan hidup. Dalam Qur’an surat Al-Baqarah : 157 mengatakan :

اُولٰٓٮِٕكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوٰتٌ مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٌ‌ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُهۡتَدُوۡنَ

Artinya : “Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”

Hadirin yang di Rahmati Allah,

Setiap kita pasti pernah mengalami Gelisah, Resah, Gundah, yang disebabkan karena kelaparan, musibah, sakit dan kekurangan harta. Dengan berbagai persoalan tersebut solusi yang paling tepat adalah berdoa, dan Allah memberikan tempat yang tepat untuk melakukan doa, tempat paling khusu’ paling sejuk dan nyaman, maka masjid menjadi solusi dari berbagai persoalan itu.

Sehingga kita akan tau hikmah diberikannya ujian. Hakikat dari ujian itu adalah untuk meningkatkan kualitas. Sebagai contoh, tatkala kita tersandung batu, ucapan yang kerap keluar dari mulut kita adalah “Allhahu Akbar, Astaghfirullah, atau keluhannyapun Ya, Allah”… ini artinya setiap kita diberikan kesakitan, Allah angkat kualitas iman kita.  Dan yang paling penting adalah tidak mungkin ujian tanpa ada solusi, serta tentu ujian akan diterima kepada orang yang mampu menghadapinya. itulah beberapa hikmah yang akan datang jika kita berada pada titik permasalahan yang menggantung di Pundak kita, masjid menjadi tempat solusi yang tepat.

Kedua, masjid menjadi tempat diampuni dari dosa. Dalam Surat Azzumar : 53 Allah SWT berfirman :

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ ۞ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya : Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Sesiapapun, setiap kita merasa memiliki dosa, dan tidk sedikit pula orang-orang mencari tempat ideal untuk bertobat. Maka tempat terbaik adalah masjid. Di dalam masjd kita bisa curhat dengan nyaman dan aman. Mengeluarkan unek-unek tanpa diketahui yang lain. Hanya Kita dan Allah yang tau permasalahan kita, dan kepada Allah kita meminta diampuni semua dosa.

Ketiga menjadi tempat Kemudahan. Jika kita berlama-lama di masjid, melakukan I’tikaf, zikir, shalat sunnah dan aktifitas baik yang wajib maupun yang sunnah lainnya, rasakan Kasih sayang Allah yang akan memudahkan jalan-jalan kehidupan dunia sampai sampai menuju akhirt, rasakan kehadiran Allah yang akan memudahkan urusan-urusan kita.

Semoga Kita diistikomahkan untuk selalu rindu ke masjid, baik untuk melaksanakan Shalat wajib harian, shalat wajib mingguan seperti shalat jumat ini, maupun selalu rindu datang ke tiap-tiap pengajian dan aktifitas lainnya. Selain itu mari kita berdoa supaya dihindari dari sifat bangga terhadap kemaksiatan dan dosa yang kita lakukan, sehingga kita tidak mau meminta pertolongan Allah dan akhirnya akan menimbulkan kemurkaan Allah atas kita semua.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ   عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

*Pengajar di Pondok Modern Daarul Hikmah

*dikutip dari berbagai sumber