Keberkahan Seorang Muslim – Khutbah Jum’at

Oleh : Jamal Fauzi

 Khutbah Pertama

 إِنَّ الْحَمْد لِله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِالِله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِ’ئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اُلله فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمْنْ يَضْلُلُ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اُلله وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَ ِ’ل وَسَلِ’مْ عَلَى نَبِيِ’نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اِلله أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اِلله عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اَلله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اَّللََّ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اَّللََّ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ۝٩٦.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan nikmat-Nya kepada kita. Di antaranya, terbukti Allah memudahkan kita mendatangi panggilan-Nya pada siang hari yang mulia ini.

Shalawat dan salam, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa curahkan kepada baginda Nabi besar, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, para shahabatnya, serta ummatnya yang konsisten dan komitmen dengan sunnahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Salah satu permohonan yang dipanjatkan oleh seorang muslim adalah bagaimana hidupnya menjadi berkah. salah satu makna dari berkah adalah “ziyadatul khoir” bertambah kebaikan. Hidup dikatakan berkah ketika banyak memberikan kebaikan dan bermanfaat untuk orang banyak.

Ingatkah ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan mukjizat kepada Nabi Isa ‘Alaihissalam yangmana beliau mampu berbicara sewaktu masih bayi di hadapan kaumnya? Salah satu perkataan Nabi Isa ‘Alaihissalam kala itu adalah, bahwa beliau adalah seorang Nabi yang diutus untuk memberikan keberkahan kepada orang di sekitarnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِۗ اٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّاۙ

وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّاۖ

 “Dia (Isa) berkata, ‘Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang Nabi. Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) sholat serta (menunaikan) zakat sepanjang hayatku’.” (QS. Maryam: 30-31).

Para ahli tafsir menjelaskan kenapa Nabi Isa ‘Alaihissalam disifati seorang Nabi yang penuh berkah dimanapun dia berada? Alasan pertama: Karena Nabi Isa ‘Alaihissalam selalu mengajarkan kebaikan dimanapun dia berada. Alasan kedua: Karena Nabi Isa ‘Alaihissalam adalah Nabi yang selalu memenuhi kebutuhan orang-orang yang ada di sekitarnya, bermanfaat untuk orang di sekitarnya.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

 Demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan perumpamaan keberkahan seorang muslim seperti pohon kurma. Dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ لَمَا بَرَكَتُهُ كَبَرَكَةِ الْمُسْلِمِ

“Ada salah satu pohon yang keberkahnya seperti keberkahan seorang muslim.” (HR. Bukhari).

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan pohon yang di maksud adalah pohon kurma.

Para Ulama menjelaskan bahwa keberkahan pohon kurma itu dikarenakan semua bagian- bagiannya bermanfaat. Seluruh bagian dari pohon kurma itu bisa diambil faedahnya, tidak ada yang terbuang. Mulai dari daun, batang, buah, bahkan sampai bijinya bermanfaat.

Maka begitu pun seharusnya seorang muslim. Dimanapun berada memberikan manfaat untuk orang di sekitarnya. Memberikan keberkahan pada setiap keadaan dan terus-menerus, bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang lain.

Demikian juga di dalam banyak hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa, di antara tanda kebaikan adalah terkait dengan berbuat baik dan bermanfaat untuk orang lain.

Suami terbaik adalah suami yang paling baik kepada istrinya. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Rodhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لَأهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لَأهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi).

Mengenai teman dan tetangga yang baik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

. خَيْرُ لَْاصْحَابِ عِنْدَ اِلله خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِه ، وَخَيْرُ الْجِيْرَانِ عِنْدَاِلله خَيْرُهُمْ لِجَارِه – ١٠٣

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang terbaik di antara mereka terhadap sahabatnya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik di antara mereka terhadap tetangganya.” (Sunan Al-Tirmidzi, no.2070).

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

 Dalam hadits yang lain, seorang muslim yang berkah, dia akan diharapkan kebaikannya dan jauh dari keburukan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَّللَِّ -صلى الله عليه وسلم- وَقَفَ عَلَى أُنَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ « أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَ ِ’ركُمْ .» قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ بَلَى يَا رَسُولَ اَّللَِّ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَ ِ’رنَا. قَالَ « خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ »… رواه الترمذى

“Abu Hurairah Rodhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda, ‘Maukah kalian aku beritahukan sebaik-baik dan seburuk-buruk orang dari kalian?’ Mereka terdiam, dan Nabi bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata, ‘Iya, kami mau wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sebaik-baik dan seburuk-buruk kami.’ Beliau bersabda, “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga’…” (Hadits Riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no. 2603).

Bahkan, di antara tanda keberkahan seorang muslim adalah Allah akan hiasi akhir hidupnya dengan banyak beramal kebaikan. Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ath- Thabrani, Imam Ahmad, dan lainnya, bahwa Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اَّللَُّ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ ” , قِيلَ : وَمَا اسْتَعْمَلَهُ ؟ قَالَ : ” يُفْتَحُ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ بَيْنَ يَدَيْ مَوْتِهِ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ مَنْ حَوْلَهُ

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para shahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal, wahai Rasulullah?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dijadikan dia beramal shalih di akhir hayatnya, sehingga menjadi ridho kepadanya orang-orang yang ada di sekitarnya.”

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

 Maka, mari kita terus berusaha untuk menjadi pribadi yang baik, berusaha bermanfaat untuk orang di sekitar kita dengan apapun yang kita punya. Baik dengan ilmu kita, atau harta kita, atau jabatan kita, atau bahkan dengan fisik kita.  Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala

menggolongkan kita termasuk muslim yang penuh dengan keberkahan. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اَلله لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُ ِ’ل ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

 الْحَمْدُ لِله وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

عِبَادَ اِلله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اِلله عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِالِله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اَلله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

إِنَّ اَّللََّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِ ‘يِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِ’مُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَ ِ’ل عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الَأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالَأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِ’فْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَ ِ ‘جنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِ’بْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُ ِ’ريَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُ ِ’ريَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْخِْرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اُلله عَلَى نَبِيِ’نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و مََنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الد’يْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَ ‘بِ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اِلله، إِنَّ اَلله يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالِإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاذْكُرُوْا اَلله الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

PMDH Gelar Bimbingan Baca dan Tulis Alquran Metode Yanbu’a

PMDH Online – Melalui Unit Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pondok Modern Daarul Hikmah Pekayon menggelar bimbingan baca dan tulis Alquran metode Yanbu’a.

Metode Yanbu’a adalah suatu metode pembelajaran membaca, menulis dan menghafal Alqur’an yang disusun secara sistematis yang terdiri tujuh jilid. Cara membacanya langsung tidak mengeja, cepat, tepat, benar dan tidak putus-putus disesuai dengan makhorijul huruf dan ilmu tajwid.

Bimbingan dilaksanakan mulai Senin (20/1/2025) Sampai Selasa (21/1/2025. Karena banyaknya materi, bimbingan akan dilaksanakan secara penuh selama satu hari, pagi, siang dan malam.

‘’Kalau dari awal bimbingan dilaksanakan dua hari. Karena peserta rerata sudah membaca Alquran, sehingga nanti akan difokuskan pada jilid 6 dan 7,’’ ujar Gus Zaky Pimpinan PMDH.

Sebab Pondok Modern Daarul Hikmah, mempunyai kewajiban untuk mengembangkan kemampuan baca, tulis dan menghafal Alquran. Salah satu cara yang dilakukan adalah mendidik para santri, ustadz dan staf  mengikuti bimbingan ini.

Menurut Gus Zaky, narasumber yang dihadirkan langsung oleh Pimpinan Pusat Yanbu’a, KH. Muhammad Ulinnuha Arwani, salah satu pendiri metode Yanbua.  Para peserta yang sudah dinyatakan lulus dari bimbingan ini, akan menerima sertifikat. Peserta yang lulus bisa menerapkan dan mengembangkan ilmu dan mengajarkan pada orang lain lebih khusus santri PMDH.

Pembelajaran membaca Alqur’an dapat dilakukan sejak dini, yaitu fokus pembinaan Alqur’an dengan tilawah wa tahfidz atau membaca dan menghafal. Karena tilawah dan tahfidz merupakan langkah pertama orang tua dalam pembinaan iman dan Islam pada anak sejak dini.

Peran orang tua sangat penting menanamkan kecintaan pada Alqur’an yang suci mulai masa kanak-kanak, hal ini akan menjadi modal yang besar pada masa dewasanya kelak dan menjadikan Generasi Qur’ani.

Penerapan metode Yanbu’a dalam pembelajaran membaca Alqur’an khususnya di Pondok Modern Daarul Hikmah sangat membantu peserta didik dan bagi siapapun yang mau mempelajari baca tulis Alqur’an.

Jumlah peserta yang ikut bimbingan ini sebanyak 64, yang terdiri dari pengajar, staf bahkan pimpinan Pondokpun ikut mendampingi sekaligus belajar metode ini dengan antusias.(*uj)

Pinjaman yang Baik – Khutbah Jum’at

إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِ’ئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمْنْ يَضْلُلُ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَ ِ’ل وَسَلِ’مْ عَلَى نَبِيِ’نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةًۗ وَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

 

 Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan nikmat-Nya kepada kita. Di antaranya, terbukti Allah memudahkan kita mendatangi panggilan-Nya pada siang hari yang mulia ini.

Shalawat dan salam, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa curahkan kepada baginda Nabi besar, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, para shahabatnya, serta ummatnya yang konsisten dan komitmen dengan sunnahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

 Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah
Di dalam Al-Qur’an, Allah memberikan banyak ayat motivasi agar kita mau berinfaq. Salah satunya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan infaq sebagai pinjaman yang baik (Qordhon Hasana). Allah berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةًۗ وَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245).

Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan infaq atau sedekah sebagai pinjaman yang baik (Qordhon Hasana) semata mata untuk memberikan motivasi kepada hamba-Nya agar gemar berinfaq. Allah Subhanahu wa Ta’ala memposisikan Dirinya seakan-akan Dia sedang meminjam kepada hamba-Nya. Adapun kalau Allah yang memberikan pinjaman, pasti pinjaman tersebut akan dikembalikan. Dia Allah Yang Maha Kaya. Karena itu, hendaknya ayat ini memberikan motivasi kepada kita agar kita gemar berinfaq di jalan Allah, karena pasti akan Allah ganti dengan ganti yang lebih baik.

Al Imam Al Qurtubi dalam tafsirnya menukilkan salah satu perkataan bahwa sesungguhnya infaq atau sedekah disebut dengan Qordhon Hasana memiliki sifat-sifat. Di antaranya:

Pertama: Sedekah harus ikhlas karena Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا

“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata,) ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi ridho Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu’.” (QS. Al-Insan: 8-9).

Kedua: Sedekah harus dari harta yang halal.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِ’بٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِ’باً،[.رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik’.” (HR. Muslim).

Ketiga: Sedekah harus dari harta yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infaqkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267).

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah. Keempat: Sedekah pada saat kondisi sehat, takut miskin dan ingin kaya.

Dari Abu Hurairah ia berkata, bahwa ada seseorang yang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا » بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا ، وَلِفُلَانٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

“Wahai Rasulullah, sedekah yangmana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, ‘Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan’.” (Muttafaqun ‘alaih).

Kelima: Bersedekah dengan sembunyi-sembunyi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al- Baqarah: 271).

Keenam: Sedekah tanpa mengungkit-ungkit pemberian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” (QS. Al-Baqarah: 264).

Ketujuh: Bersedekah dengan harta yang dicintai. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتّٰى تُنۡفِقُوۡا مِمَّا تُحِبُّوۡنَ ؕ وَمَا تُنۡفِقُوۡا مِنۡ شَىۡءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيۡمٌ

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfaqkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infaqkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.” (QS. Ali ‘Imran: 92).

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah.
Itulah di antara ciri-ciri pinjaman yang baik (Qordhon Hasana). Maka selama kita masih hidup di dunia, jangan sia-siakan kesempatan untuk bersedekah sebagai pinjaman yang baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah pasti akan membalas dengan balasan yang lebih baik.

Allah Ta’ala Akan memberikan pahala yang berlipat-ganda bagi orang yang berinfaq atau bersedekah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang- orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُ ِ’ل ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِ ‘يِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِ’مُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَ ِ’ل عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيِْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيِْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الَأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالَأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيِْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِ’فْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَ ِ ‘جنَِا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِ’بْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُ ِ’ريَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُ ِ’ريَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْخِْرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِ’نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و مََنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الد’يْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَ ‘بِ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالِإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

Pelantikan Pengurus OSDA 2025

WARDAH Online
Dua hari berturut-turut PMDH melaksanakan pelantikan Pengurus OSDA dan Gerakan Pramuka Masa Bhakti 2025. Pada Senin (13/1/2025) dikukuhkan Pengurus OSDA dan Koord. Gerakan Pramuka Putri yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Beberapa bidang.
Sedangkan Selasa, 14 Januari 2025, Pondok Modern Daarul Hikmah melaksanakan pelantikan pengurus baru Organisasi Santri Daarul Hikmah (OSDA) dan Koordinator Gerakan Pramuka putra masa bhakti 2025.

Para pengurus baru OSDA dan Koordinator Pramuka dilantik dengan berjanji dan membaca dua kalimat syahadat. Maka dari itu, wajib bagi para pemimpin untuk mengemban tanggung jawab dalam kepengurusan OSDA dan Koordinator gerakan pramuka serta harus mengetahui bahwa kepemimpinan yang mereka jalankan bukanlah sekedar sebuah gelar atau jabatan, akan tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan ikhlas, sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab.

Dengan dilantiknya Pengurus Baru ini, Pondok Modern Daarul Hikmah diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas. Para pengurus yang baru dilantik harus menjalankan tugas yang sebaik-baiknya dalam mengemban amanah demi terciptanya kemajuan pondok dan kesejahteraan seluruh santri.

Selamat berjuang dan selamat berkhidmat.
Ikhlas Bhakti Bina Ummat.

Patah tumbuh hilang berganti.
Sebelum patah sudah tumbuh sebelum hilang sudah berganti. (UJ)

Kunjungi kami juga di :

dan
https://www.instagram.com/p/DEyusIRzM0b/?igsh=Z2RpZDZkaG5zd3Zy

 

 

Khutbah Jumat: Bahaya Ghibah Bagi Diri Kita

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أمَّا بَعْدُ فَيَاعِبَادَ الله أُوْصِيْكُم وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Hadirin rahimakumullah,
Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah Jumat sekalian untuk memuji Allah swt dan bershalawat kepada Rasulullah saw, serta senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt.   Semoga dengan ketakwaan tersebut, kita diberikan solusi pada masalah yang sedang dihadapi. Dengan ketakwaan, semoga kita juga dilimpahi rezeki yang tidak kita sangka-sangka. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Talaq Ayat 2 dan 3:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

Artinya: Siapa pun yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya (QS At-Talaq: 2-3).

Hadirin rahimakumullah,
Segala puji hanya milik Allah swt, Tuhan yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesempatan untuk berkumpul di tempat yang mulia ini. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan dan rahmat-Nya. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, Nabi yang telah membimbing kita menuju jalan kebenaran dan mewariskan kita dengan ajaran-ajaran yang sempurna.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib akan menyampaikan khutbah tentang satu perbuatan yang seringkali kita anggap remeh, namun memiliki dampak besar bagi kehidupan pribadi dan masyarakat kita. Perbuatan ini adalah ghibah, atau dalam bahasa kita dikenal dengan istilah menggunjing atau menggosip. Dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Ayat ini dengan jelas menggambarkan betapa Allah swt melarang kita untuk melakukan ghibah. Bahkan, Allah mengibaratkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri, sesuatu yang sangat menjijikkan. Ini menunjukkan bahwa ghibah adalah perbuatan yang amat buruk di sisi Allah swt.

Hadirin yang dirahmati Allah, Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw pernah bersabda, yang artinya: “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”  Rasulullah saw kemudian bersabda, “Engkau membicarakan saudaramu tentang sesuatu yang dia tidak suka.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika apa yang kami katakan itu benar tentang dirinya?” Rasulullah saw menjawab, “Jika apa yang kamu katakan benar tentang dirinya, berarti kamu telah melakukan ghibah. Dan jika tidak benar, maka itu adalah fitnah.”

Dari hadits ini, kita dapat memahami bahwa ghibah adalah perbuatan berbicara tentang keburukan atau aib seseorang, baik yang benar maupun salah, yang mana orang tersebut tidak suka jika hal itu dibicarakan. Hadirin yang dirahmati Allah, Ghibah bukan hanya berbahaya bagi pelaku dan korbannya, tetapi juga membawa dampak negatif yang luas bagi kehidupan bermasyarakat. Berikut beberapa bahaya ghibah: Pertama, merusak kehormatan dan martabat orang lain Ghibah mengakibatkan rusaknya kehormatan orang yang digunjingkan. Seringkali, apa yang dibicarakan dalam ghibah adalah aib atau kesalahan seseorang. Padahal, setiap orang berhak atas kehormatan dirinya. Dengan melakukan ghibah, kita sama saja dengan mencemarkan martabat seseorang dan menghancurkan reputasinya.

Kedua, menciptakan permusuhan dan kebencian  Ghibah dapat menimbulkan rasa permusuhan. Orang yang menjadi korban ghibah bisa merasa tersinggung, marah, dan akhirnya menaruh dendam kepada orang yang membicarakannya. Selain itu, orang yang mendengarkan ghibah juga bisa ikut membenci korban ghibah karena mendengar keburukan-keburukan tentang dirinya. Dengan demikian, ghibah memicu perpecahan dan ketidakrukunan dalam masyarakat. Hadirin yang dirahmati Allah, Ketiga, merusak amal ibadah.  Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda bahwa pada hari kiamat nanti, akan ada orang-orang yang datang membawa pahala kebaikan sebanyak gunung, tetapi semua itu habis karena diberikan kepada orang-orang yang pernah mereka zalimi, termasuk korban ghibah. Betapa rugi orang yang suka ghibah, karena amal baiknya akan hilang begitu saja sebagai tebusan dari perbuatan buruknya di dunia. Keempat, mengundang azab Allah swt  Allah swt sangat membenci perbuatan ghibah, dan perbuatan ini dapat mengundang murka dan azab dari-Nya.

Oleh karena itu, menjaga lisan dari membicarakan keburukan orang lain adalah bentuk ketakwaan kita kepada Allah swt. Hadirin yang dirahmati Allah, Menghindari ghibah bukanlah hal yang mudah, terutama di zaman sekarang di mana teknologi komunikasi berkembang pesat. Namun, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menjauhi ghibah:

  1. Ingat bahwa Allah Maha Mengetahui. Allah swt selalu mengawasi setiap perkataan dan perbuatan kita. Dengan menyadari hal ini, kita akan lebih berhati-hati dalam berbicara dan menjaga lisan kita dari perbuatan yang dimurkai Allah swt.
  2. Berpikir sebelum berbicara. Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” Sebelum berbicara, kita perlu mempertimbangkan apakah yang akan kita katakan baik dan bermanfaat, atau malah sebaliknya. Jika tidak ada manfaatnya, lebih baik diam,
  3. Perbanyak zikir dan istighfar. Dengan memperbanyak mengingat Allah, hati kita akan terjaga dari keinginan untuk membicarakan keburukan orang lain. Istighfar juga penting untuk memohon ampunan dari Allah atas kekhilafan yang mungkin pernah kita lakukan.
  4. Mencari lingkungan yang positif. Berada di lingkungan yang baik dapat membantu kita untuk terhindar dari perbuatan ghibah. Lingkungan yang positif akan mengajak kita kepada kebaikan dan menegur jika kita berbuat salah. Sebaliknya, lingkungan yang gemar bergosip justru akan mendorong kita untuk ikut melakukan ghibah.
  5. Mengingat akibat buruk ghibah. Ingatlah bahwa ghibah tidak hanya merusak diri kita sendiri, tetapi juga orang lain dan masyarakat. Dengan menyadari dampak buruknya, kita akan lebih terdorong untuk menghindari perbuatan ini. Hadirin yang dirahmati Allah, Marilah kita semua menjadikan diri kita sebagai orang yang menjaga lisan dari perbuatan yang dimurkai Allah, terutama ghibah. Jagalah kehormatan dan martabat orang lain sebagaimana kita ingin kehormatan kita juga dijaga. Rasulullah saw telah mencontohkan kepada kita bagaimana menjaga lisan dan menjauhi ghibah.

Semoga Allah swt memberikan kita kekuatan untuk senantiasa menjaga lisan kita, dan semoga kita semua termasuk orang-orang yang dicintai Allah karena mampu menahan diri dari perbuatan yang dilarang. Aamiin ya rabbal alamin

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Seminar Motivasi Santri Go International Oleh Ust. Rizal Adlan Mustafa, S.Sos ( Penulis Buku Mukidi )

Wardah-Online

Dalam Rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024 Pondok Modern Daarul Hikmah menyelenggarakan kegiatan seminar Motivasi Santri Go International Oleh Ust. Rizal Adlan Mustafa, S.Sos ( Penulis Buku Mukidi )

Seminar ini berfokus pada motivasi santri untuk meningkatkan semangat dalam belajar juga semangat juang dalam meraih cita-cita

Ada suara yang tidak terdengar oleh telinga, itulah Suara Hati, ada bentuk yang tidak terlihat oleh mata, itulah pikiran, ada aroma yang tidak tercium oleh hidung, itulah kebaikan, ada rasa yang tidak terkecap oleh lidah, itulah ketulusan, ada sentuhan yang tidak teraba oleh kulit, itulah kasih sayang.

Jika dalam hidup kita Selalu memancarkan cinta kasih, maka akan di sayangi, jika dalam hidup kita selalu bermurah hati, maka akan murah rezeki, jika dalam hidup kita selalu jujur, maka akan menjadi orang yang di segani, jika dalam hidup selalu semangat, maka akan selalu menginspirasi. (Ross)
____________
Simak di ig kami pada :

https://www.instagram.com/p/DBXj1QQT9vr/?igsh=NWZ0aHNxbjh0OTFp

PMDH Gelar Islamic Book Fair 2024 dengan Beragam Kegiatan Menarik

DH-Online

Pekayon– Setelah sukses menggelar Islamic Book Fair (IBF) perdana tahun lalu, kali ini, Pondok Modern Daarul Hikmah (PMDH) kembali akan menyelenggarakan IBF 2024. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19-22 Oktober 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

IBF 2024 akan menghadirkan ribuan judul buku dari berbagai penerbit, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Selain pameran buku, acara ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk workshop yang dipandu oleh Ust. Rizal Adlan Mustafa, seorang penulis terkenal dengan karya bukunya yang populer, “Mukidi.”

“Melalui IBF 2024, kami berharap dapat mempromosikan literasi dan kecintaan terhadap buku di kalangan masyarakat, terutama para santri,” ungkap Ummu Ketua Pelaksana IFB2024.

Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran buku, tetapi juga sebagai wadah diskusi dan pembelajaran yang memperkaya pengetahuan para pengunjung. Semua lapisan masyarakat, khususnya para pelajar dan santri, diundang untuk meramaikan acara ini.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan berbagai kegiatan inspiratif dan menjelajahi dunia literasi di IBF 2024! (uj)

Fendi Kurniawan Raih Medali Emas di Olimpiade Pelajar Nasional 2024!

PMDH

DH-Online

Pekayon, 16 Oktober 2024 – Kebanggaan datang dari seorang santri berbakat, Fendi Kurniawan, yang berhasil meraih medali emas dalam perlombaan mata pelajaran Bahasa Arab di Olimpiade Pelajar Nasional 2024.

Perlombaan yang diadakan di Jakarta ini diikuti oleh ratusan pelajar dari seluruh Indonesia, menunjukkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam Bahasa Arab. Dengan persiapan yang matang dan dedikasi yang tinggi, Fendi berhasil menunjukkan performa terbaiknya, mengungguli banyak pesaing.

“Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga. Saya berterima kasih kepada para Ustadz yang telah membimbing dan mendukung saya selama ini,” ungkap Fendi dengan penuh rasa syukur.

Keberhasilan Fendi tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi sekolahnya dan civitas pendidikan Pondok Modern Daarul Hikmah. Diharapkan, prestasi ini dapat menginspirasi santri lainnya untuk terus berusaha dan mengembangkan potensi mereka.

Selamat kepada Fendi Kurniawan atas prestasi gemilang ini! (uj)

Solusi Hadapi Hinaan – Khutbah Jum’at

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْإِيْمَانِ، الْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمْ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، اَلْعَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا تَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ   أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْإِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

Maasyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jumah Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan nikmat-Nya kepada kita, di antaranya terbukti Allah memudahkan kita mendatangi panggilan-Nya pada siang hari yang mulia ini. Shalawat dan salam, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala curahkan kepada baginda Nabi besar, Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, para shahabatnya, serta ummatnya yang konsisten dan komitmen dengan sunnahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Mari kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Maasyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jumah Rahimakumullah.

Di dalam hidup ini, kita terkadang dihina oleh orang lain, dan terkadang lisan kita khilaf menghina orang lain. Orang beriman harus bisa mengolah setiap pujian maupun hinaan agar menjadi energi positif bertambahnya iman dan taqwa serta berbuah pahala.

Terkadang hinaan itu datang dari lisan orang-orang kafir, namun terkadang hinaan itu juga datang dari lisan orang-orang yang muslim. Berkaitan dengan hinaan pula, hal itu juga pernah terjadi di kalangan istri-istri Nabi dan para shahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Ali Imran ayat 186:

۟ا  لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَذًى كَثِيْرًا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang- orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.”

Maasyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jumah Rahimakumullah.

Ayat ini (surat Ali Imran ayat 186) mengandung pesan bagi orang- orang yang beriman, agar mereka mempersiapkan diri mereka mengahadapi ujian yang mungkin akan mereka temui dalam hidupnya. Ujian yang berupa harta, ujian yang berupa hawa nafsu, serta berbagai bentuk gangguan dan cobaan dari orang- orang kafir. Sehingga, ketika ujian itu datang secara tiba-tiba, mereka sudah siap untuk menghadapinya, tidak merasa terbebani dan merasa berat karenanya. Kemudian, di akhir ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan solusi dalam menghadapi setiap ujian tersebut.

Apa solusi yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ajarkan dalam menghadapi ujian tersebut?

Ada 3 solusi yang harus dilakukan bagi seorang mukmin dalam menghadapi setiap ujian, dan lebih khusus mengenai ujian berupa hinaan.

  1. Solusi pertama,

Bersikap sabar ketika orang lain menghina kita, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan balasan terbaik bagi orang- orang yang mampu bersabar dengan kemenangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al Mukminun ayat 111:

اِنِّيْ جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوْٓاۙ اَنَّهُمْ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

“Sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan”

Maasyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jumah Rahimakumullah.

  1. Solusi kedua, meningkatkan ketaqwaan dengan memperbanyak tasbih dan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al Hijr ayat 97-99:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ ۝٩ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَۙ ۝٩ وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنࣖ ۝٩

 “Sungguh, Kami benar-benar mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit (gundah dan sedih) disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, jadilah engkau termasuk orang-orang yang sujud (sholat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian).”

Maasyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jumah Rahimakumullah.

  1. Solusi ketiga, meningkatkan keyakinan bahwa Allah tidak pernah tidur dan terus mengawasi makhluk-Nya.

لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

“Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur.”

Setiap orang akan memanen omongannya sendiri. Dari Mu’adz bin Jabal Rahimahullah, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Abdullah bin Masud Rahimahullah juga berkata:

“Musibah itu terwakili dengan perkataan.

Terkadang ujian yang menimpa kita karena omongan kita sendiri yang merendahkan orang lain. Orang-orang yang suka menghina, maka Allah akan uji dia dengan hinaan yang sama. Maka, hendaknya kita berhati-hati dalam berkata, berhati-hati dalam menilai orang lain, berhati-hati dalam memberi gelar dan julukan kepada orang lain. Bisa jadi julukan yang kita buat untuk orang lain menjadi dosa jariyah dan mendatangkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maasyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jumah Rahimakumullah.

Semoga kita mampu menjaga lisan-lisan kita dari berkata buruk dan menghina orang lain. Semoga kita mampu bersabar dalam menghadapi setiap ujian dengan melaksanakan 3 solusi sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

بِارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلٓهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أٓلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Jamal Fauzi
Pengurus Pondok Modern Daarul Hikmah

Khutbah Jumat : Takwa dan Iman, Benteng Kuat Tangkal Dampak Negatif Internet

Khutbah I

 الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْنُ ad أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah Mengawali khutbah Jumat ini, khatib mengajak seluruh jamaah wabil khusus kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa menguatkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, terlebih di era perubahan zaman yang sangat cepat saat ini.

Berbagai penemuan dan perkembangan ilmu teknologi membutuhkan benteng yang kuat untuk menangkal hal-hal negatif yang muncul dan perlu upaya memanfaatkan dampak positifnya secara maksimal untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.    Ketakwaan adalah kesadaran kita akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan yang membuat kita selalu berhati-hati dalam bertindak, menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, dan melaksanakan perintah-Nya dengan sepenuh hati.

Takwa adalah bentuk rasa takut kepada Allah yang diiringi kewaspadaan dan tanggung jawab moral yang memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan nilai-nilai religius kita.

Sementara keimanan adalah percaya dan yakin kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya yang memberikan ketenangan batin dan rasa percaya diri dalam menghadapi cobaan dan tantangan hidup. Dengan iman yang kuat, kita tidak mudah tergoyahkan oleh godaan dunia karena yakin dan percaya bahwa setiap peristiwa yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah yang besar dan penuh hikmah.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ

Artinya: “Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah.”  (QS Al-Hadid: 22).

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah Perkembangan ilmu dan teknologi seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, banyak manfaat yang bisa kita digunakan dalam menunjang aktivitas kehidupan. Seperti perkembangan yang pesat dalam teknologi internet dengan berbagai penemuan yang canggih seperti mesin pencarian yang bisa mencari data dalam hitungan detik.

Begitu juga penemuan media sosial yang memudahkan kita berinteraksi dengan orang lain tanpa sekat waktu dan tempat. Melalui handphone, smartphone dan sejenisnya yang di zaman ini tidak bisa lepas dari aktivitas keseharian, kita merasakan bahwa dunia sudah berada dalam genggaman kita.

Namun perkembangan internet dengan kemudahan-kemudahan tersebut tidaklah hanya membawa dampak positif. Di sisi lain mengintai dampak negatif yang lambat laun, jika tidak diwaspadai, akan memberi dampak buruk bagi kehidupan manusia.

Dengan kemudahan berkomunikasi dan mudahnya mengakses informasi, prilaku kurang selektif dan tidak bijak dalam berinteraksi di dunia maya bisa berakibat buruk. Di antaranya, seperti mudah terpapar berita bohong atau hoaks dan aktivitas maksiat serta kejahatan digital lainnya akibat kurang literasi digital. Dampak buruk ini semakin bertambah buruk saat kita ikut arus menyebarkan informasi tanpa sumber jelas dan kemaksiatan.

Rasulullah bersabda yang mengingatkan kita untuk tidak gampang menyebarkan informasi dari sumber yang tidak jelas:

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian untuk menyembah-Nya, dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah. Dia pun membenci tiga hal bagi kalian, menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya, dan membuang-buang harta.” (HR. Muslim).

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Agar kita bisa memaksimalkan manfaat dan menghidari madlarat dari berkembangnya teknologi ini, maka keimanan dan ketakwaan menjadi kunci utama. Dengan iman dan takwa, kita akan memiliki pegangan teguh berupa nilai-nilai moral dan etika yang kuat untuk menghalau konten negatif dan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama seperti berbuat maksiat, kejahatan, ujaran kebencian, dan juga berzina.

Iman dan takwa akan mendampingi kita untuk senantiasa mengingat bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan, baik di dunia nyata maupun dunia maya, selalu dilihat oleh malaikat Allah dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Dengan kesadaran ini, tentu kita akan senantiasa berhati-hati dalam menggunakan internet dan teknologi, serta menghindari tindakan yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.

Dengan iman dan takwa yang terpatri dalam diri, kita juga akan mampu mengendalikan hawa nafsu dan tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang menyimpang. Ini sangat penting dalam era digital, di mana godaan seperti konten yang tidak pantas, berita hoaks, maksiat, hingga perilaku konsumtif bisa dengan mudah ditemukan.

Sudah seharusnya kita memanfaatkan teknologi untuk terselenggaranya kebaikan dan menggunakannya dengan bijak untuk kemaslahatan umat dengan semisal untuk berdakwah, mencari ilmu yang bermanfaat, dan membantu sesama. Jika iman (percaya) pada Allah dan takwa (takut) melanggar perintah dan larangan-Nya melekat kuat dalam diri, maka kita pasti akan lebih berhati-hati dalam memilih informasi yang dikonsumsi dan berusaha menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bisa merusak iman, seperti konten yang penuh dengan kebencian, pornografi, atau aktivitas online yang melanggar hukum dan norma agama.

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Mudah-mudahan, Allah swt memberikan perlindungan dan hidayahNya kepada kita untuk bisa menjalankan segala perintah dan menjauhi laranganNya di era digital ini. Semoga Allah memasukkan kita kepada golongan orang-orang yang bertakwa dan mendapatkan anugerah seperti yang disebutkan Imam ar-Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib:

وَأَمَّا فِي أَحْوَالِ الْآخِرَةِ، فَالثَّوَابُ وَالْمَنَافِعُ الدَّائِمَةُ وَالتَّعْظِيمُ مِنَ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ

Artinya: “Sedangkan dalam aspek akhirat, maka (orang yang bertakwa akan mendapatkan) pahala, manfaat yang terus menerus, kemuliaan dari Allah dan malaikat.”
Amin, ya Rabbal Alamin.

  بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً، اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ ﷲ … اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا وَلوْ بِشِقِّ تَمْرةٍ. إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ، ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮْﺍ ﺻَﻠُّﻮْﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮْﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ … ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰسَيِّدِنَا ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁلهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ،  اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ  اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ  عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Ustadz H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung

Sumber: https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-takwa-dan-iman-benteng-kuat-tangkal-dampak-negatif-internet-JLlLm